Rabu, 07 September 2011

Perlu Dicari Cara Agar Penetapan 1 Syawal Tidak Menimbulkan Perbedaan Lagi

Jakarta (Pinmas)--Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar Majelis Ulama Indonesia dan para ulama lain dapat menentukan salah satu cara untuk memutuskan datangnya 1 Syawal untuk tahun-tahun mendatang. Presiden mehyampaikan hal ini pada bagian lain pengantarnya saat memimpin sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Selasa (6/9) siang.
"Saya meminta MUI dan pihak lain yang memahami hal ini dapat berpikir dengan tenang dan jernih untuk menetapkan Lebaran di tahun-tahun yang akan datang," kata SBY. Presiden perlu menyampaikan hal ini karena banyak pesan singkat atau sms masuk yang bernadakan protes tentang penetapan 1 Syawal yang kerap berbeda di tanah air.
SBY juga mengingatkan, soal penetapan 1 Syawal ini bukanlah domain Kepala Negara. "Ini domain dari para ulama yang memahami hal ini. Saya bukan ahlinya," ujar SBY.
Sebelumnya, Presiden juga menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri kepada semua pihak yang merayakannya. "Ijinkan saya menyampaikan selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir batin. Minal aidin wal faizin," kata SBY. "Barangkali selama setahun ada tutur kata dan tindakan saya yang tidak berkenan, baik lisan maupun pesan melalui sms, saya minta maaf," Presiden menandaskan.(sby.info)

Selasa, 06 September 2011

Abah Anom Wafat, Indonesia Kehilangan Ulama Besar

Jakarta (Pinmas)--Dirjen Bimas Islam, Prof. Dr. Nasaruddin Umar merasa terkejut dengan wafatnya Abah Anom. "Innalillahiwainnailaihirojiun," ucapnya.
Menurut Nasaruddin Umar, Indonesia kehilangan ulama besar. Abah Anom adalah teladan bagi bangsa Indonesia. Almarhum sangat dikenal bukan saja oleh kalangan umat Islam, tetapi juga para tokoh agama lain."Sukar mencari tandingannya," kata Nasaruddin dengan nada perlahan

Dirjen Bimas Islam itu menjelaskan pengalamannya ketika bertandang ke Pondok Pesantren Suryalaya. Setiap tamu dijamu dan makan secara prasmanan. Tak ada tamu yang terlewat tidak makan di kediamannya.

"Saya pernah mengecek ke dapur, dari mana datangnya bahan makanan itu. Para juru masak menjawab, semua datang dengan mudah," ia menceritakan.

Para tamu Abah Anom, lanjut dia, bukan hanya dari kalangan Muslim saja. Dari agama lain pun ada. Di kawasan Asean apa lagi, Abah Anom sangat dikenal.

Abah Anom, katanya, selain dikenal luas juga memberi kontribusi besar melalui pondok pesantrennya. Apa lagi, di Suryalaya, ada pengobatan bagi para pecandu narkoba. Sistem pengobatan itu kini masih terus berlanjut.

Ia berharap para penerus Abah Anom dapat meneladani kepribadiannya.

Menurut catatan dari berbagai sumber, Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin adalah nama asli Abah Anom. Lahir 1 Januari 1915 di Suryalaya, Tasikmalaya. Ia anak kelima dari Syekh Abdullah Mubarok bin Nur Muhammad, atau Abah Sepuh, pendiri Pesantren Suryalaya. Sebuah pesantren tasawuf yang khusus mengajarkan Thariqat Qadiriyyah Naqsabandiyah (TQN).

Ia memasuki bangku sekolah dasar (Vervooleg school) di Ciamis, pada usia 8 tahun. Lima tahun kemudian melanjutkan ke madrasah tsanawiyah di kota yang sama. Usai tsanawiyah, barulah ia belajar ilmu agama Islam, secara lebih khusus di berbagai pesantren.

Kegemarannya menuntut ilmu, menyebabkan Abah Anom menguasai berbagai macam ilmu keislaman pada usia relatif muda (18 tahun). Didukung dengan ketertarikannya pada dunia pesantren, telah mendorong ayahnya yang dedengkot Thoriqot Qadiriyah Naqsabandiyah (TQN) untuk mengajarinya dzikir TQN. Sehingga ia menjadi wakil talqin ayahnya pada usia relatif muda. (ant/es)

Pemimpin Ponpes Suryalaya Abah Anom Wafat

Tasikmalaya(Pinmas)--Innalillaahi wa inna ilaihi rooji`un. Keluarga besar pondok pesantren (Ponpes) Suryalaya di Tasikmalaya, Jawa Barat, berduka. Sebab pemimpin mereka, Shohibulwafa Tajul Arifin alias Abah Anom, menghadap ke Sang Pencipta.
"Telah berpulang ke Rahmatullah Hadrotu Syaikh KH. A. Shohibulwafa Tajul Arifin r.a. , pada hari Senin, 5 September 2011 / 6 Syawal 1432 H pukul 11.50 di Rumah Sakit TMC Tasikmalaya," demikian yang tertulis di website Suryalaya.org, Senin (5/9/2011).
Dalam website tersebut tertulis, Abah Anom dilahirkan di Suryalaya tanggal 1 Januari 1915. Almarhum adalah putra kelima Syaikh Abdullah bin Nur Muhammad, pendiri Pondok Pesantren Suryalaya, dari ibu yang bernama Hj Juhriyah.
Pondok Pesantren Suryalaya, dengan kepemimpinan Abah Anom sejak 1956, tampil sebagai pelopor pembangunan perekonomian rakyat melalui pembangunan irigasi untuk meningkatkan pertanian, membuat kincir air untuk pembangkit tenaga listrik, dan lain-lain.
Di samping melestarikan dan menyebarkan ajaran agama Islam melalui metode Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah, Abah Anom juga sangat konsisten terhadap perkembangan dan kebutuhan masyarakat. Maka sejak tahun 1961 didirikan Yayasan Serba Bakti dengan berbagai lembaga di dalamnya termasuk pendidikan formal mulai TK, SMP Islam, SMU, SMK, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, Madrasah Aliyah Keagamaan, Perguruan Tinggi (IAILM) dan Sekolah Tinggi Ekonomi Latifah Mubarokiyah serta Pondok Remaja Inabah.
Pondok Remaja Inabah populer sebagai tempat merehabilitasi pecandu narkotika, remaja-remaja nakal, dan orang-orang yang mengalami gangguan kejiwaan. Konsep perawatan korban penyalahgunaan obat serta kenakalan remaja adalah mengembalikan orang dari perilaku yang selalu menentang kehendak Allah atau maksiat, kepada perilaku yang sesuai dengan kehendak Allah atau taat.(detik.com)

Rabu, 17 Agustus 2011

Upacara Memperingati HUT RI ke-66 di Lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal

Slawi (Subbag TU)--Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal Drs. H. Ahmad Ubaidi, M.Si, Rabu (17/8), menghadiri upacara memperingati HUT RI ke-66 di Halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal, Slawi. Acara ini rutin dilakukan dan dipimpin langsung Kepala Kantor guna menyambut HUT Kemerdekaan RI setiap tahun.

Upacara dimulai tepat pukul 07.00 WIB. Upacara diawali dengan pengibaran bendera merah putih dilanjutkan pembacaan naskah Proklamasi oleh Kepala Kantor selaku inspektur upacara. Acara dilanjutkan dengan pembacaan Teks Pancasila dan UUD 1945, diteruskan sambutan inspektur upacara dan pembacaan doa. Upacara ini selesai pada pukul 07.45 WIB.

Terlihat hadir dalam upacara tersebut, antara lain, Kasubbag TU Drs. H. Maskoni, Kasie Garahajum Drs. H. Takhyudin, M.Pd, Kasie Mapenda H. Kasori, S.Ag, Kasie Penamas Drs. H. Nurrotib, M.Pd, Garazawa Drs. H. Moh. Isa. (tam)

Berikut foto-totonya :















Gaji PNS, TNI, dan Polri Naik 10 Persen


Jakarta (Pinmas)--Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, pemerintah memberikan perhatian pada perbaikan kesejahteraan PNS, TNI, Polri, dan pensiunan. Hal ini dikatakan Presiden ketika menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka HUT ke-66 Proklamasi Kemerdekaan RI di depan sidang bersama DPD dan DPR, Selasa (16/8/2011) di Kompleks Parlemen, Jakarta.
"Berkaitan dengan itu, Pemerintah dalam tahun 2012 mendatang berketetapan untuk menaikkan gaji pokok PNS, TNI, Polri, dan pensiunan sebesar rata-rata 10 persen. Pemerintah juga tetap memberikan gaji dan pensiun bulan ke-13 bagi PNS, TNI, Polri, dan pensiunan," kata Presiden.
Turut hadir dalam sidang tersebut antara lain Wakil Presiden Boediono, jajaran menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, pimpinan lembaga tinggi negara, anggota DPR, dan anggota DPD.
Tak hanya itu, Presiden juga mengatakan, program-program peningkatan kesejahteraan rakyat juga tetap menjadi fokus utama dari RAPBN 2012. Oleh karena itu, dalam RAPBN 2012 ini pemerintah memberikan prioritas alokasi anggaran, antara lain untuk ketahanan pangan sebesar Rp 41,9 triliun.
Pemerintah menggulirkan program surplus beras 10 juta ton dalam lima hingga 10 tahun mendatang. Melalui berbagai program strategis itulah, pemerintah memberikan perhatian kepada segenap elemen masyarakat untuk meningkatkan kemampuan, produktivitas, serta penghasilan dan kesejahteraan mereka.
"Perhatian kepada para petani kita wujudkan, antara lain, melalui pemberian bantuan langsung pupuk sebesar Rp 675 miliar atau setara 192,8 ribu ton. Selain itu, kita sediakan bantuan langsung bibit unggul sebesar Rp 1,8 triliun, atau setara 185.000 ton benih tanaman pangan," kata Presiden.
Sementara itu, terkait nelayan, pemerintah melakukannya melalui pengembangan sistem usaha budidaya ikan, dengan menyediakan modal kerja bagi sebanyak 3.340 kelompok nelayan, pengembangan usaha penangkapan ikan, dan pemberdayaan nelayan skala kecil untuk pembangunan kawasan minapolitan untuk 3.700 kelompok nelayan, serta pembangunan dan pembinaan pelabuhan perikanan pada 816 pelabuhan.
Bagi kaum pekerja, pemerintah menggulirkan berbagai upaya untuk meningkatkan produktivitas dan sekaligus mendorong daerah-daerah untuk membayar upah pekerja sesuai dengan upah minimum regional.
"Sementara itu, kepada kalangan usaha kecil, mikro, dan menengah, pemerintah memperluas program penjaminan kredit usaha rakyat yang telah kita rintis pada tahun-tahun sebelumnya. Sejalan dengan itu, dalam rangka mengembangkan kemandirian masyarakat, kita lanjutkan program PNPM Mandiri dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 13,1 triliun. Anggaran itu kita rencanakan antara lain untuk program PNPM perdesaan sebesar Rp 9,6 triliun, dengan sasaran 5.020 kecamatan, program PNPM perkotaan sebesar Rp 2 triliun, dengan sasaran 10.948 kelurahan, serta program PNPM daerah tertinggal dan khusus sebesar Rp 42,3 miliar dengan sasaran 85 kabupaten dan kota," kata Presiden.
Selain itu, sambung Presiden, pemerintah melanjutkan program bantuan tunai bersyarat melalui Program Keluarga Harapan (PKH) dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,1 triliun untuk menjangkau sasaran sekitar 1,5 juta rumah tangga sangat miskin. Untuk membantu keluarga miskin dalam memenuhi kebutuhan pangannya, pemerintah juga melanjutkan pemberian beras bagi rakyat miskin dan setengah miskin dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 15,6 triliun kepada sekitar 17,5 juta rumah tangga sasaran. (kompas.com)

Kamis, 28 Juli 2011

Menag: Tingkatkan Kualitas dan Kuantitas Ibadah Selama Ramadhan

Jakarta (Pinmas)--Menteri Agama Suryadharma Ali mengajak umat Islam di seluruh tanah air untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas amal ibadah di bulan suci Ramadhan ini, agar lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Hal itu diungkapkan Menag menyambut bulan Suci Ramadhan 1432H/2011, yang akan disampaikan melalui TVRI dan RRI.
Marilah kita ramaikan masjid dan mushalla, kata Menag, dengan berbagai amaliah Ramadhan seperti shalat berjamaah, shalat tarawih, memperbanyak amal sedekah, dan memperbanyak mebaca Al Quran. "Latihlah diri kita untuk menjadi hamba yang taat kepada Tuhan sekaligus hamba yang peduli pada sesama," harapnya.
Menurut Menag, upaya peningkatan amal ibadah, tidak semata-mata dari sisi kuantitas, tapi yang tak kalah pentingnya adalah peningkatan amal ibadah dari sisi kualitasnya. Kalau hanya memperbanyak ibadah dari sisi kuantitas, dikhawatirkan kita akan masuk dalam kategori seperti yang disebut hadits Rasulullah SAW: "betapa banyak orang yang berpuasa tapi tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya itu kecuali lapar dan dahaga."
Menag menghimbau kepada segenap kaum muslimin untuk berlomba-lomba dalam berbuat kebajikan. "Bagi mereka yang tidak menjalan ibadah puasa, agar menghormati yang sedang melaksanakan ibadah puasa, sehingga tercipta kerukunan dan kedamaian di negeri yang kita cintai ini," ucapnya.
Menag meminta kepada pengusaha hiburan dan rumah makan, dimohon pengertiannya untuk memahami suasana ramadhan yang suci dan tidak melakukan usahanya secara demonstrative pada siang hari.
Kepada pengusaha hiburan, media cetak dan elektronik, Menag berharap agar tidak menayangkan hiburan yang dapat menggangu kekhusuan orang yang berpuasa. Dengan demikian akan tercipta suasana Ramadhan sebagai bulan yang penuh rahmat, penuh ampunan serta mendapatkan magfirah dari Allah SWT. (ts)

Senin, 25 Juli 2011

Kemenag Kembangkan Pendidikan Harapan

Jakarta (Pinmas)-- Kementerian Agama (Kemenag) tengah merencanakan pengembangan "pendidikan harapan" bagi anak kurang mampu yang secara nasional dapat menekan angka pengangguran dan kemiskinan ke depan.
Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Agama Suryadharma Ali kepada pers di Jakarta, Jumat, tatkala memberi pembekalan dalam acara sambung rasa antara Kementerian Agama dan para wartawan unit koordinatoriat Kemenag.
Ia menjelaskan, "Education for All" kini juga harus menjadi bagian dari program Kemenag. Untuk itu kalangan pers bisa menilik kebijakan Kemenag dalam soal ini. Sebab, ke depan, semua warga Indonesia harus mengecam pendidikan.
Apakah warga bersangkutan berlatarbelakang miskin, dari suku mana pun, harus memperoleh pendidikan karena hal itu sudah menjadi hak baginya.
Kemenag, kata Menteri Suryadharma Ali, prihatin kini masih banyak warga tak memperoleh pendidikan sebagaimana mestinya. Banyak anak jalanan berkeliaran di lampu merah dan beberapa ruas jalan raya. Mereka itu harus ditolong agar terhindar dari tindak kekerasan, seperti sodomi dan terhindari dari kebodohan.
Menag berharap jajaran pontren dan madrasah bertindak proaktif, jemput anak-anak jalanan yang ada di lampu-lampu merah, di bantaran-bantaran kali, agar mereka memperoleh kesempatan mendapatkan pendidikan. "Mereka itu adalah aset. Kita harus memperbaiki sumber daya manusia ke depan," ujarnya.
Sekjen Kemenag Bahrul Hayat yang dimintai komentarnya prihal program tersebut, menjelaskan, pihaknya akan menganggarkan dana untuk 10 ribu anak. Berapa dana yang dibutuhkan untuk tahap awal tersebut, belum dijelaskan. (ant/es)